Bagaimana cara mengajari anak mengekspresikan emosi mereka

Ajari anak untuk mengekspresikan emosi mereka

Mengajar anak-anak untuk mengekspresikan emosi mereka merupakan langkah fundamental dalam perkembangan mereka. Bagi anak-anak, tidak selalu mudah untuk menjelaskan perasaan atau sebutkan hal-hal yang membuat Anda merasa berbeda. Ketika mereka bahagia mereka tertawa dan ketika mereka kesal mereka menangis, yang membantu mereka merasa lebih baik. Tetapi menyebutkan emosi yang menyebabkan keadaan ini sangatlah kompleks.

Padahal, itulah kesulitan dalam mengungkapkannya emosi itu terus berlanjut dari waktu ke waktu dan menyulitkan orang dewasa untuk mengungkapkan perasaan mereka secara verbal. Untuk menghindari hal ini dan mengatasi kesulitan yang dalam jangka panjang dapat mengarah pada kebutuhan akan terapi untuk penyebab spesifik tersebut, penting untuk membantu anak-anak mengatasi situasi ini. Jika kamu ingin tahu bagaimana Anda dapat membantu anak-anak Anda mengekspresikan emosi mereka, Jangan lewatkan tips berikut ini.

Bagaimana emosinya?

Ekspresikan emosi

Jika Anda berhenti memikirkannya, mendeskripsikan emosi tertentu tidaklah mudah, karena ini tentang konsep abstrak. Karena tidak memiliki bentuk tertentu, menjelaskan kepada anak-anak dapat menjadi agak rumit dan oleh karena itu, mereka dapat memahaminya. Oleh karena itu, perlu digunakan contoh sederhana sehari-hari yang dapat dipahami anak Anda. Dengan cara ini, mereka bisa lebih mudah mengidentifikasi emosi mereka sendiri.

Misalnya, saat Anda bermain dengan anak-anak Anda, Anda dapat menggunakan frasa yang menggambarkan perasaan Anda saat ini. Betapa bahagianya saya karena kita menghabiskan waktu bersamaBetapa saya menyukai permainan ini, menari membuat saya merasa sangat bahagia dan puas. Dengan cara yang sama, ketika Anda khawatir atau sedih, Anda dapat menggunakan frasa yang membantu anak-anak mengidentifikasi perasaan ini.

Alih-alih menggunakan istilah yang rumit, Anda dapat menyatakan bahwa hari kerja Anda tidak berjalan sebaik biasanya, dan itu membuat Anda merasa khawatir. Contoh sederhana, sehari-hari, dan mudah dipahami apa pun akan membantu anak-anak membentuk perasaan mereka. Jadi, mereka dapat mengekspresikannya dengan cara apa pun, tetapi mengetahui dengan baik apa yang salah dengan mereka.

Ekspresikan emosi mereka melalui permainan dan aktivitas

Cerita untuk mengekspresikan emosi

Menuangkan perasaan ke dalam kata-kata adalah sesuatu yang sangat kompleks, juga untuk orang dewasa. Untuk itu, banyak orang menggunakan sarana ekspresi lain seperti melukis, menulis atau menari, misalnya. Melalui ekspresi tubuh, perasaan dapat dilepaskan dan dengan cara tertentu, membantu orang lain untuk memahami kita. Untuk mengajari anak-anak Anda mengekspresikan emosi mereka, Anda dapat menggunakan permainan dan aktivitas seperti berikut ini.

  • Bacalah cerita tentang emosi: Buku-buku dan Cerita Anak-anak Mereka sangat berguna untuk menangani anak-anak dalam masalah serumit cinta, ketakutan, atau emosi.
  • Untuk menulis buku harian: Minta anak Anda untuk menulis setiap malam bagaimana harinya, jika sesuatu yang berbeda terjadi di sekolah atau apa yang dia mainkan di taman dengan teman-temannya. Jadi, akan belajar meletakkan kata-kata untuk perasaan dengan cara yang lebih intim.
  • Cat: Lukisan adalah bentuk ekspresi tertua dan paling efektif dalam sejarah. Dengan gambar sederhana, anak Anda bisa mengekspresikan emosinya tanpa menggunakan kata-kata yang belum Anda ketahui.
  • Musiknya: Tentunya Anda sendiri menggunakan musik sebagai metode ekspresi. Ketika Anda melankolis Anda memilih lagu-lagu sedih dan ketika Anda bahagia, Anda mencari musik dengan ritme yang membuat Anda menari. Ini adalah cara mudah bagi anak-anak untuk mempelajari kata-kata untuk mengekspresikan emosi mereka. Karena mereka tidak perlu memahaminya, musik menghasilkan sensasi yang membantu untuk memahami apa yang terjadi pada kita.

Pengadaan Bangun kepercayaan pada anak-anak Anda, sehingga mereka merasa dapat berbicara dengan Anda apapun. Tanpa menekan mereka, tanpa memaksa mereka untuk berbicara ketika mereka tidak menginginkannya, bahkan jika Anda merasa ada yang tidak beres. Tetaplah di sisinya, ingatkan mereka bahwa Anda akan berada di sana untuk mendengarkan semua yang mereka katakan dan bahwa mereka selalu dapat mengandalkan Anda. Dengan cara ini, mereka akan dapat mendekati Anda ketika mereka merasa aman untuk membicarakan emosi mereka.


Isi artikel mengikuti prinsip kami etika editorial. Untuk melaporkan kesalahan, klik di sini.

Jadilah yang pertama mengomentari

tinggalkan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

*

  1. Penanggung jawab data: Miguel Ángel Gatón
  2. Tujuan data: Mengontrol SPAM, manajemen komentar.
  3. Legitimasi: Persetujuan Anda
  4. Komunikasi data: Data tidak akan dikomunikasikan kepada pihak ketiga kecuali dengan kewajiban hukum.
  5. Penyimpanan data: Basis data dihosting oleh Occentus Networks (UE)
  6. Hak: Anda dapat membatasi, memulihkan, dan menghapus informasi Anda kapan saja.